| 0 komentar ]


ABG- Bios sebagai perpaduan pupuk organik dan pupuk hayati (biofertilizer) dan senyawa bioaktif dan untuk meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas maupun kualitas hasil tanaman (pangan, sayuran, buah-buahan, perkebunan, kehutanan, dan hias) serta mengurangi penggunaan pupuk anorganik



KEGUNAAN ABG-BIOS
• Mengembalikan kesuburan fisik, kimia dan biologi tanah (revitalilasi kualitas dan kesehatan ekosistem tanah)
• Meningkatkan ketersediaan hara (makro dan mikro) bagi tanaman dan menaikkan pH tanah
• Meningkatkan aktivitas dan keanekaragaman hayati (biodiversity) biota tanah yang penting dalam meningkatkan ketersediaan hara (pupuk hayati) dan menekan pertumbuhan patogen (soil born diseases)
• Meningkatkan efisiensi pemupukan N dan P
• Mengurangi penggunaan pupuk buatan (anorganik) dengan signifikan

KANDUNGAN DAN KOMPOSISI
• 14 %C-org, C/N 20, 4 % P2O5, 4 % K20, 11 ppm Zn, 12 ppm Cu, 4 ppm B, 2 ppm Mo, 26 ppm Fe dan 20 ppm Mn, kadar air 14 %
• Bakteri penambat N Nonsimbiotik (2 X 105 – 107) dan Bakteri Pelarut Fosfat (2 X 105 – 107)

Catatan:
Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, anakan) kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D (Daun) dan untuk mendorong pertumbuhan generatif (pembungaan, pembentukan buah) kombinasikan dengan ABG- B (Bunga dan Buah)

Catatan :
Dosis pupuk anorganik dapat dikurangi sekitar 25 - 50%
• Dapat digunakan sebagai campuran media tanam, yaitu campuran tanah dan BIOS dengan komposisi sekitar 1 – 2 % BIOS dari total berat media tanam
• Dosis disesuaikan dengan ukuran polibag (berat media tanam) dan umur tanaman.

Catatan :
Penggunaan pupuk anorganik (Urea, SP-36 dan KCl) dapat dikurangi sekitar 25% - 50 %, (2) Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, anakan) kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D (Daun) dan untuk mendorong pertumbuhan generatif (pembungaan, pembentukan buah) kombinasikan dengan ABG-B (Bunga dan Buah)

Tulisan Terkait



0 komentar

Poskan Komentar