
Demi meningkatkan tanaman padi sawah di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Kepala Badan Penyuluh Pertanian (BPP) se-Minsel diundang Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) mengikuti sosialisasi pengembangan teknologi Insensifikasi Padi Aerob Terkendali-Berbasis Organik (IPAT-BO), di Balai Pertemuan Umum (BPU), Desa Matani, Kecamatan Tumpaan, Senin (28/9).
Sosialisasi ini kerjasama dengan Tim Ketahanan Pangan Kodam VII Wirabuana yang dihadiri Bupati Minsel, Drs RM Luntungan.
"Melalui metode IPAT-BO ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, karena hasil produksinya dapat berlipat ganda,"ujar Luntungan dalam sambutannya.
Sementara Ketua Tim sosialisasi dari Tim Ketahanan Pangan Kodam VII Wirabuana, Yedid James Putra Nenobias, mengatakan, kegiatan sosilisasi yang mereka adakan bukan hanya di Minsel, tetapi akan berkeliling di Kodim-Kodim, sewilayah Kodam VII Wirabuana.
"Sosilisasi yang kami adakan ini akan berkeliling di seluruh Kodim yang merupakan wilayah Kodam VII Wirabuana yang ada di enam provinsi, yakni Sulut, Sulsel, Sulteng, Sulbar, Gorontalo dan Sultra,"kata Nenobias.
Waktu sosilisasi tak terbatas. "Waktu tak terbatas, setelah di satu tempat mulai berjalan, kami berpindah lagi ke tempat lain,"ujarnya.
Setelah kegiatan sosilisasi di BPU Desa Matani, Bupati bersama Dandim 1302 Minahasa Let HK Watoelangkow, Kepala Tim Asistensi Ketahanan Pangan Kodam VII Wirabuana Kol Inf Toto Sugardi, beserta kepala SKPD lainnya bertolak ke sawah juga di Desa Matani, untuk menabur benih hasil teknologi IPAT BO.(vid)[tribunmanado.co.id]

ABG-DEGRA adalah inokulan konsorsium mikroba pengurai (decomposer) unggul alami terutama sellulolitik, lignolitik dan ligno-sellulolitik dengan kepadatan 109 – 1012 cfu/gram inokulan (bakteri, aktinomycetes, ragi, dan jamur). Efektif untuk menguraikan berbagai limbah organik, yaitu limbah perkotaan (sampah), rumah tangga, pertanian, peternakan, perikanan, rumah tangga dan limbah organik lainnya dari berbagai industri.
KEUNGGULAN DAN MANFAAT
Penggunaan dan Manfaat ABG-Degra antara lain adalah sebagai berikut:
• Inokulan (bioaktivator) untuk pengkomposan berbagai limbah organik dan
menghasilkan kompos bermutu tinggi dan mengandung senyawa aktif dan mikroba
antagonistik dengan patogen tanah (soil born diseases)
• Inokulan untuk mempercepat penguraian limbah organik (kotoran) dalam septik tank
sehingga tidak cepat penuh/mampet, mengurangi timbulnya aroma bau busuk dan
mengendalikan pathogen (E. coli dan mikroba pathogen lainnya dalam septik tank).
• Inokulan untuk pengkomposan limbah industri kelapa sawit (tandan kosong), industri
kertas dan limbah tanaman perkebunan lainnya.
• Dosis rendah dengan efektifivitas tinggi (100 gram untuk 1 – 10 m3 bahan kompos)
• Aplikasi praktis (industri, rumah tangga, dan lain-liannya) dan ramah lingkungan
AKTIVASI DAN TEKNIK APLIKASI
1. PENGKOMPOSAN LIMBAH ORGANIK
a. Larutkan inokulan ABG-Degra atau campurkan 100 g dalam 50 -100 L air dan tambahkan 1 – 2 kg dedak, 100 - 200 g gula pasir dan 100 g Urea. Kemudian aduk hingga merata. Selanjutnya diamkan sekitar 2 - 4 jam, dalam kurun waktu tersebut lakukan pengadukan 2-3 kali.
b. Siramkan larutan tersebut pada tumpukan atau campuran bahan kompos secara merata (cukup untuk 1 – 10 m3 bahan kompos, dipotong-potong hingga ukuran < 1 cm, makin halus makin baik) . Bila kelembaban bahan kompos masih kurang, siram tumpukan kompos tersebut dengan air hingga mencapai kelembaban sekitar 60 - 65% (bila bahan kompos digenggam air tidak menetes, tetapi bila diremas air keluar)..
c. Bila bahan kompos berasal dari sampah perkotaan atau rumah tangga (banyak mengandung air), tambahkan bahan penggembur berupa serbuk gergaji sekitar 1 – 5 % dan dedak sekitar 0,1%
d. Pertahankan proses pengkomposan secara aerob dengan melakukan pembalikan 2 – 3 kali (interval 5 – 7 hari) atau dengan mengatur sirkulasi udara atau suplai oksigen melalui pipa paralon atau bambu (diameter sekitar 7,5 - 10 cm dan diberi lubang dengan diameter 1 cm dalam bentuk spiral), ditusukkan kedalam tumpukan dengan jarak sekitar 25 - 50 cm.
e. Tutup tumpukan kompos dengan terpal atau plastik untuk mengurangi penguapan dan pertahankan temperatur 60 - 65 0C selama 2 - 3 hari, Selanjutnya lakukan pembalikan (5 - 7 hari sekali) dan atur kelembaban tumpukan kompos dengan menambahkan air hingga kelembaban sekitar 60 - 65%. Pengomposan selesai 3 – 6 minggu
2. PENGURAIAN LIMBAH ORGANIK DALAM SEPTIK TANK
Aktifkan ABG-Degra dengan melarutkan sekitar 5 - 10 gram ABG-Degra (satu sendok makan) ke dalam 1 – 2 L air bekas cucian beras kemudian aduk hingga merata. Biarkan 2 - 4 jam lalu masukan ke dalam septik tank atau melalui kloset dengan aplikasi 1 - 2 kali/bulan.

EKSTRAK ORGANIK DAN NUTRISI
ABG®
(AMAZING BIO-GROWER)
OMNI
ABG-Omni merupakan konsentrat organik hasil ekstraksi secara mikrobiologis melalui proses fermentasi berbagai bahan organik berkualitas tinggi (ikan, ternak dan tanaman), mengandung senyawa bioaktif (asam-asam amino, enzim, vitamin), diperkaya dengan nutirisi dan mineral esensil yang sangat diperlukan hewan Omnivora (pemakan segala) seperti babi dan sejenisnya
Manfaat :
• Meningkatkan nafsu makan dan melancarkan pencernaan
• Meningkatkan kesehatan ternak dan daya tahan terhadap penyakit
• Sebagai sumber nutrisi, vitamin dan mineral (food supplement)
• Memacu pertumbuhan ternak omnivora (babi dan sejenisnya)
• Meningkatkan bobot daging
• Meningkatkan kualitas kotoran. Kotoran ternak lebih kering
• Applikasi hemat dan praktis dengan dosis yang rendah
KANDUNGAN DAN KOMPOSISI
6 % C-org, 2 % N, 1% P2O5, 1% K2O, 0,1% CaO, 0,1% MgO, 0,2% S dan mikro elemen (B, Cu, Co, Cl, Fe, Mn, Mo, Na, Zn), senyawa bioaktif (karbohidrat, protein, asam-asam amino, vitamin, enzim, dll.).
TEKNIK APLIKASI
Ternak Omnivora (babi dan sejenisnya). Larutkan 2 – 3 cc ABG-Omni/L air dan diberikan setiap hari (pagi) melalui air minum atau campurkan 5 – 10 cc ABG dengan sekitar 2 – 5 kg dedak atau pakan lainnya dan diberikan setiap hari.
Yopy halomoan SP.MSi

Melanjutkan dari penjelasan ABG daun pada edisi sebelumnya kita akan mengetahui bahwa tanaman merupakan mahluk yang sangat kompleks dan memiliki potensi yang luarbiasa apabila kita memeliharannya secara baik. Mulai dari pembentukan sel, pertumbuhan memanjang dan membesar, semakin matang bahkan sampai kepada diferensiasi sel atau perubahan bentuk sel. Karena pertumbuhan inilah tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda-beda setiap fase pertumbuhannya.
ABG Bunga dan Buah adalah pupuk cair organic yang di formulasi khusus untuk fase generatif pertumbuhan tanaman dengan tujuan memaksimalkan pertumbuhan bunga, proses perubahan bunga menjadi buah dan pembesaran buah. Fase geneartif biasa di sebut juga dengan fase reproduktif dimana tanaman mulai mengembangkan fungsi reproduksinya dengan ciri khas proses dari fase reproduktif antara lain proses pembelahan selnya relative sedikit, jaringan tanaman semakin dewasa, penebalan serabut, pembentukan hormon dan perkembangan kuncup bunga, lalu perkemangan kuncup bunga, buah, biji serta alat penyimpanannya, dan pembentukan koloid hidrofilik atau jaringan yang menyimpan atau menyerap air.
Fase ini membutuhkan banyak suplai karbohidrat karena karbohidrat yang biasanya di suplai untuk perkembangan akar, batang, dan daun selebihnya akan di suplai untuk keperluan perkembangan bunga, buah, biji, dan tempat penyimpanan di buah. Untuk memenuhi kebutuhan inilah ABG Bunga Buah diformulasi karena selain memiliki kandungan K dan P yang lebih besar dibandingkan ABG daun juga mengandung hormon pertumbuhan bunga dan buah. Pupuk ABG Bunga Buah memiliki kandungan : 6% C organic, 8% P2O5, 14% K2O, 1% CaO, 0,8 % MgO, 1% S dan hara mikro (B, Fe, Zn, MN, Mo, CU) serta asam-asam amino, asam humat dan senyawa bioaktif (GA3 800 ppm).
Kandungan yang ada pada ABG bunga buah menyebabkan ABG B ini memiliki keunggulan antara lain :
1. Merangsang pertumbuhan akar, pembungaan, dan pembuahan
2. Meningkatkan kualitas bunga baik dari segi ukuran dan warna, kualitas buah dan umbi
bahkan sampai kepada citra rasa.
3. Mengurangi kerontokan bunga, buah, dan gabah tanaman padi.
4. Meningkatkan pengisian gabah pada padi, polong pada kacang-kacangan, umbi pada
kentang dan bawang, dan buah pada tanaman buah-buahan.
5. Meningkatkan kesehatan tanaman dan resistensi terhadap serangan penyakit.
Penggunaan ABG Bunga Buah
Penggunaan ABG Bunga Buah dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan mencampurkan cairan ABG Bunga buah dengan air sesuai dosis kebutuhan (1-4 cc/L air) kemudian memberikan campuran tersebut baik dengan cara disemprot atau disiram (cor) kedaerah perakaran tanaman. Interval pemberian dapat dilakukan dengan jarak 7-10 hari sekali sesuai kebutuhan tanaman. Demikian dosis dan interval penggunaan ABG B pada berbagai tanaman :
APLIKASI ABG PADA TANAMAN HORTIKULTURA








Demikianlah penjelasan mengenai ABG Bunga buah yang bisa meningkatkan produksi tanaman Anda pastikan anda menggunakan pupuk ABG karena ABG pasti subur!
ABG - Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Djoko Susilo Utomo menggelar karya bakti TNI di Desa Pekaloa, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, salah satunya adalah dengan mengadakan program Pompa Air Tanpa Motor (PATM) dan pembukaan lahan tidur di Desa Pekaloa, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur pada Rabu (23 April 2009).
"Target kami akan membuka lahan dan memanfaatkan lahan tidur seluas sekitar 300 hektar secara bertahap. Ini intensifikasi pertanian berbasis organik. Sudah dicoba di Gowa, hasilnya rata-rata 12,8 ton padi perhektar. Di sini insya Allah bisa juga seperti, tapi bila hasilnya sekitar 7-8 ton perhektar sudah luar biasa. Sementara menurut hasil pantauan, rata-rata petani di sini hanya menghasilkan 3-4 ton perhektar. Saya punya anggota yang ahli pertanian dan yakin bisa minimal 7-8 ton perhektar di sini," tegas Djoko Susilo Utomo.
Untuk program Pompa Air Tanpa Motor, Kodam VII Wirabuana bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan PT International Nickel Indonesia Tbk. (PT Inco). Acara program karya bakti TNI ini dimulai dengan tinjauan Pangdam VII ke lokasi proyek PATM di Desa Pekaloa. Dalam peninjauan ini, Pangdam VII disertai jajaran Kodam VII Wirabuana, Sekda Pemkab Lutim, Drs. HAT Umar Pangerang, jajaran Muspida Lutim, dan Senior Vice President and General Counsel PT Inco, Nurman Djumiril.
Usai dari tinjau proyek PATM, Djoko Susilo Utomo menggelar dialog interaktif dengan masyarakat setempat disaksikan jajaran Muspida Lutim, perwakilan manajemen PT Inco, dan para tokoh masyarakat setempat. Ponirin, salah satu warga dari unit transmigrasi menginginkan juga dibangun Pompa Air Tanpa Motor di daerahnya dan ada penyuluh untuk babi karena banyak babi liar yang merusak tanaman petani. Menanggapi permintaan itu, Djoko Susilo Utomo akan berupaya pada tahap berikutnya agar warga transmigrasi di Lutim juga dapat proyek PATM itu.
"Nanti kita akan upayakan asalkan di daerah itu ada sungainya. Karena pompa ini tidak perlu bahan bakar tapi bisa mengairi lahan-lahan tidur yang ada di sekitarnya bisa mencapai puluhan hektar bahkan ratusan hektar, tergantung kondisi sungainya. Soal penyuluh babi, Kodam VII belum punya ahlinya, yang ada baru penyuluh tikus yang bisa menghalangi tikus untuk makan padi. Nanti dicari dulu soal penyuluh babi ini," ujar Djoko Susilo Utomo.
Menurut Nurman Djumiril, keterlibatan PT Inco dalam program ini sebagai bagian dari CSR dari perusahaan."Program ini sekaligus sebagai komitmen perusahaan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal dengan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan," ujar Nurman DjumirilSetelah dialog interaktif, Djoko Susilo Utomo dan rombongan meninjau lahan tidur yang akan diairi oleh program PATM di Desa Pekaloa. Dalam tinjauan ini, Djoko Susilo Utomo mendapat penjelasan langsung dari penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang juga anggota Kodam tentang teknik bercocok tanam dan bibit unggul yang akan ditanam sehingga dalam satu hektar hasil panennya minimal mencapai 8 ton.
"Ini saya juga bawa ahli tikus dari anggota saya. Jadi bagaimana tikus tidak makan tanaman padi bisa juga ditanyakan ke anggota saya ini. Selain itu, saya juga bawa anggota saya yang ahli tanaman cabe. Mereka itu nanti akan saya perintahkan tinggal di sini dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat di sini bagaimana bertani yang produktif dan menanam cabe yang produktif. Saya sudah buktikan menanam padi di Gowa dengan hasil 12,8 ton per hektar dan menanam satu juta pohon cabe di Sulsel ini dan berhasil," ujar Djoko Susilo Utomo.
Menurut Djoko Susilo Utomo, tujuan utama dari program ini adalah untuk melestarikan dan menjaga lingkungan. " Di sini kabarnya dari 218 ribu hektar hutan, yang rusak sudah 84 ribu hektar. Nah kami ini kerja sama dengan Pemkab Lutim untuk membuka lahan tidur. Jadi kalau kita larang masyarakat merambah hutan, kita juga berikan solusinya yaitu kita siapkan lahan untuk bercocok tanam. Kita ajak masyarakat untuk tidak lagi babat hutan, tapi kita kasih lahan untuk bertani. Saya dapat perintah dari Presiden untuk program ketahanan pangan. Ini salah satu solusinya," pungkas Djoko Susilo Utomo. (*)
Keterangan foto: Pangdam VII Wirabuana, Mayjen.TNI Djoko Susilo Utomo sedang meninjau lahan tidur yang akan ditanami anggota Kodam VII Wirabuana bersama masyarakat di Desa Pekaloa, Kabupaten Luwu Timur.
[www.kabarindonesia.com / ABG ]

EKSTRAK ORGANIK DAN NUTRISI
ABG®
(AMAZING BIO-GROWER)
ABG merupakan konsentrat organik dan nutrisi tanaman hasil ekstraksi secara mikrobiologis melalui proses fermentasi berbagai bahan organik berkualitas tinggi (ikan, ternak dan tanaman), mengandung senyawa bioaktif (plant growth promoting agent, asam-asam amino, enzim), mikroba menguntungkan (pengurai, penambat N, pelarut fosfat dan penghasil fitohormon) dan diperkaya dengan hara esensil
ABG- BUNGA DAN BUAH (B)
• Merangsang pertumbuhan akar, pembungaan dan pembuahan
• Meningkatkan kualitas bunga (ukuran, warna), buah, umbi dan citarasa
• Mengurangi kerontokan bunga, buah dan gabah padi
• Meningkatkan pengisian gabah (padi), polong, buah dan umbi (bawang dan kentang)
• Meningkatkan, efisiensi pemupukan, kesehatan tanaman dan resistensi terhadap
serangan hama dan penyakit
• Digunakan menjelang tanaman berbunga (2 – 3 kali aplikasi) dengan interval 10
hari untuk tanaman semusim, sedangkan untuk tanaman tahunan interval 20 – 30 hari
KANDUNGAN DAN KOMPISISI
2 % C-org, 8% N, 8% P2O5, 14 % K2O, 1% CaO, 0,8% MgO, 1% S dan mikro element (B, Fe, Zn, Mn, Mo, Cu), asam-asam amino dan senyawa bioaktif (GA3 800 ppm).
DOSIS DAN TEKNIK APLIKASI
• Tanaman Pangan & Sayuran: Larutkan 1 - 2 cc/L air , siramkan pada perakaran atau
semprotkan pada tanaman (1 – 3 kali) dengan interval aplikasi 7 – 10 hari.
• Tanaman Hias : Larutkan 1 – 2 cc/L air, disiramkan dan disemprotkan pada tanaman
dengan Interval aplikasi 10 – 14 hari
• Tanaman Tahunan. Larutkan 2 – 4 cc /L air, siramkan 0,5 – 5 L larutan/pohon pada
perakaran tanaman (jika memungkinan juga disemprotkan pada daun). Interval
aplikasi 20 – 30 hari.
ISI Netto = 250 cc (1 tutup = 10 cc)

ABG merupakan konsentrat organik dan nutrisi tanaman hasil ekstraksi secara mikrobiologis melalui proses fermentasi berbagai bahan organik berkualitas tinggi (ikan, ternak dan tanaman), mengandung senyawa bioaktif (plant growth promoting agent, asam-asam amino, enzim), mikroba menguntungkan (pengurai, penambat N, pelarut fosfat dan penghasil fitohormon) dan diperkaya dengan hara esensil
ABG - DAUN (D)
• Meningkatkan pertumbuhan akar, tunas, pucuk, daun tanaman pangan, sayuran, tanaman perkebunan, buah-buahan, bibit tanaman, dan tanaman hias
• Meningkatkan efisiensi pemupukan, kesehatan tanaman, ketahanan terhadap penyakit dan hasil tanaman
• Perendaman benih (dipping) untuk meningkatkan kesehatan tanaman dan mempercepat pertumbuhan.
• Digunakan hingga tanaman menjelang berbunga (1 - 3 kali), dengan interval 10 hari untuk tanaman semusim, sedangkan untuk tanaman tahunan interval 1 – 2 bulan
KANDUNGAN DAN KOMPISISI
2 % C-org, 14% N, 6% P2O5, 8% K2O, 0,8% CaO, 0,5% MgO, 1% S dan mikro (B, Fe, Zn, Mn, Mo, Cu), asam-asam amino dan senyawa bioaktif (GA3 400 ppm).
DOSIS DAN TEKNIK APLIKASI
• Tanaman Pangan & Sayuran: Larutkan 1 - 2 cc/L air , siramkan pada perakaran atau semprotkan pada tanaman (1 – 3 kali) dengan interval 7 – 10 hari.
• Tanaman Pembibitan/Tanaman pot : Larutkan 1 – 2 cc /L air, siramkan & semprotkan 50 – 300 mL/ tanaman, interval aplikasi 10 - 14 hari
• Tanaman Hias: Larutkan 1 – 2 cc/L air, disiramkan dan disemprotkan pada tanaman. Interval aplikasi 10 – 14 hari
• Tanaman Tahunan. Larutkan 2 – 4 cc /Lair, siramkan 0,5 – 5 L larutan/pohon pada perakaran tanaman. Interval aplikasi 30 – 60 hari. Untuk rehabilitasi tanaman tidak produktif berikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 10 -14 hari
• Ternak/Ikan: Campurkan 10 – 20 cc untuk 4 – 5 kg pakan ikan. Untuk ternak diberi melalui air minum dengan konsentrasi 1 cc /L air atau disiramkan pada pakan.
ISI Netto = 250 cc (1 tutup = 10 cc)











