| 2 komentar ]

ABG- Bios sebagai perpaduan pupuk organik dan pupuk hayati (biofertilizer) dan senyawa bioaktif dan untuk meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas maupun kualitas hasil tanaman (pangan, sayuran, buah-buahan, perkebunan, kehutanan, dan hias) serta mengurangi penggunaan pupuk anorganik

KEGUNAAN ABG-BIOS
• Mengembalikan kesuburan fisik, kimia dan biologi tanah (revitalilasi kualitas dan kesehatan ekosistem tanah)
• Meningkatkan ketersediaan hara (makro dan mikro) bagi tanaman dan menaikkan pH tanah
• Meningkatkan aktivitas dan keanekaragaman hayati (biodiversity) biota tanah yang penting dalam meningkatkan ketersediaan hara (pupuk hayati) dan menekan pertumbuhan patogen (soil born diseases)
• Meningkatkan efisiensi pemupukan N dan P
• Mengurangi penggunaan pupuk buatan (anorganik) dengan signifikan

KANDUNGAN DAN KOMPOSISI
• 14 %C-org, C/N 20, 4 % P2O5, 4 % K20, 11 ppm Zn, 12 ppm Cu, 4 ppm B, 2 ppm Mo, 26 ppm Fe dan 20 ppm Mn, kadar air 14 %
• Bakteri penambat N Nonsimbiotik (2 X 105 – 107) dan Bakteri Pelarut Fosfat (2 X 105 – 107)

Catatan:
Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, anakan) kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D (Daun) dan untuk mendorong pertumbuhan generatif (pembungaan, pembentukan buah) kombinasikan dengan ABG- B (Bunga dan Buah)

Catatan :
Dosis pupuk anorganik dapat dikurangi sekitar 25 - 50%
• Dapat digunakan sebagai campuran media tanam, yaitu campuran tanah dan BIOS dengan komposisi sekitar 1 – 2 % BIOS dari total berat media tanam
• Dosis disesuaikan dengan ukuran polibag (berat media tanam) dan umur tanaman.

Catatan :
Penggunaan pupuk anorganik (Urea, SP-36 dan KCl) dapat dikurangi sekitar 25% - 50 %, (2) Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, anakan) kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D (Daun) dan untuk mendorong pertumbuhan generatif (pembungaan, pembentukan buah) kombinasikan dengan ABG-B (Bunga dan Buah)

Baca Selengkapnya...
| 1 komentar ]


Panen raya di Pusat Demplot dan Pengembangan IPAT-BO (Metode Intensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik ) Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran di Jelekong, Kec. Baleendah, Kab Bandung, Jumat (7/9). Di lahan seluas 2,5 hektare, padi yang ditanam menghasilkan panen enam ton per hektare. Sawah di areal ini dengan cara tanam konvensional, setiap hektare hanya menghasilkan dua sampai tiga ton padi. Panen raya tersebut dihadiri Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman dan Rektor Unpad, Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, D.E.A

Baca Selengkapnya...
| 1 komentar ]

Pupuk organik ABG merupakan konsentrat organik dan nutrisi tanaman hasil ekstraksi secara mikrobiologis melalui proses fermentasi berbagai bahan organik berkualitas tinggi (ikan, ternak dan tanaman), mengandung senyawa bioaktif (plant growth promoting agent, asam-asam amino, enzim), mikroba menguntungkan (pengurai, penambat N, pelarut fosfat dan penghasil fitohormon) dan diperkaya dengan hara esensil. Efektif untuk merevitalisasi kesehatan (soil health) dan kualitas ekosistem tanah, meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman (pangan, sayuran, buah-buahan, perkebunan, tanaman hias, dan tanaman lainnya).


Baca Selengkapnya...
| 3 komentar ]

Tiap-tiap unsur hara mempunyai fungsi/khasiat tersendiri dan mempengaruhi proses-proses tertentu dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman.

Berikut ini uraian singkat fungsi/khasiat unsur hara bagi tanaman, yakni:


1. Karbon (C)

Penting sebagai pembangun bahan organik karena sebagian besar bahan kering tanaman terdiri dari bahan organik, diambil tanaman berupa C02.

2. Oksigen

Terdapat dalam bahan organik sebagai atom dan termasuk pembangunan bahan organik, diambil dari tanaman berupa C02, sumbernya tidak terbatas dan diperlukan untuk bernafas.

3. Hidrogen

Merupakan elemen pokok pembangunan bahan organik, sumbernya dari air dan jumlahnya tidak terbatas.

4. Nitrogen (N)

Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk : NO3- NH4+

Fungsi Nitrogen bagi tanaman adalah:
a. Diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang dan akar.

b. Berperan penting dalam hal pembentukan hijau daun yang berguna sekali dalam proses fotosintesis.

c. Membentuk protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik.

d. Meningkatkan mutu tanaman penghasil daun-daunan.

e. Meningkatkan perkembangbiakan mikro-organisme di dalam tanah.

Adapun sumber Nitrogen adalah :
a. Terjadi halilintar di udara ternyata dapat menghasilkan zat Nitrat, yang kemudian di bawa air hujan meresap ke bumi.

b. Sisa-sisa tanaman dan bahan-bahan organis.

c. Mikrobia atau bakteri-bakteri.

d. Pupuk buatan (Urea, ZA dan lain-lain)

5. Fosfor

Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk : H2PO4- HPO4–

Secara umum, fungsi dari Fosfor (P) dalam tanaman dapat dinyatakan sebagai berikut :
a. Merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih/tanaman muda.

b. Mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi tanaman dewasa dan menaikkan prosentase bunga menjadi buah/biji.

c. Membantu asimilasi dan pernafasan sekaligus mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, biji atau gabah.

d. Sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu.

6. Kalium (K)

Diambil/diserap tanaman dalam bentuk : K+

Fungsi Kalium bagi tanaman adalah :
a. Membantu pembentukan protein dan karbohidrat.

b. Berperan memperkuat tubuh tanaman, mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman, agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur.

c. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit.

d. Meningkatkan mutu dari biji/buah.

Sumber-sumber Kalium adalah :
a. Beberapa jenis mineral.

b. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis.

c. Air irigasi serta larutan dalam tanah.

d. Pupuk Buatan (KCl, ZK dan lain-lain)

e. Abu tanaman misalnya: abu daun teh muda mengandung sekitar 50% K2O

7. Kalsium (Ca)

Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Ca++

Fungsi kalsium bagi tanaman adalah:
a. Merangsang pembentukan bulu-bulu akar

b. Berperan dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif dari tanaman

c. Memperkeras batang tanaman dan sekaligus merangsang pembentukan biji

d. Menetralisir asam-asam organik yang dihasilkan pada saat metabolisme

e. Kalsium yang terdapat dalam batang dan daun dapat menetralisirkan senyawa atau suasana keasaman tanah

8. Magnesium (Mg)

Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mg++

Fungsi magnesium bagi tanaman ialah:
a. Magnesium merupakan bagian tanaman dari klorofil

b. Merupakan salah satu bagian enzim yang disebut Organic pyrophosphatse dan Carboxy peptisida

c. Berperan dalam pembentukan buah

Sumber-sumber Magnesium adalah:
a. Batuan kapur (Dolomit Limestone) CaCO3MgCO3

b. Garam Epsom (Epsom salt) MgSO4.7H2O

c. Kleserit MgSO4.H2O

d. Magnesia MgO

e. Zat ini berasal dari air laut yang telah mengalami proses sedemikian:

Mg Cl2 + Ca(OH)2 ——– Mg (OH)2 + Ca Cl2

Mg (OH)2—-panas—— Mg O + H2O

f. Terpentin Mg3SiO2 (OH)4

g. Magnesit MgCO3

h. Karnalit MGCl2KCl. 6H2O

i. Basic slag

j. Kalium Magnesium Sulfat (Sulfat of Potash Magnesium)

9. Belerang (Sulfur = S)

Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: SO4-

Fungsi belerang bagi tanaman ialah:
a. Berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar

b. Merupakan unsur yang penting dalam beberapa jenis protein dalam bentuk cystein, methionin serta thiamine

c. Membantu pertumbuhan anakan produktif

d. Merupakan bagian penting pada tanaman-tanaman penghasil minyak, sayuran seperti cabai, kubis dan lain-lain

e. Membantu pembentukan butir hijau daun

Sumber-sumber belerang adalah:
a. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis

b. Bahan ikutan dari pupuk anorganik (buatan) seperti pupuk ZA dan pupuk Superfosfat

10. Besi (Fe)

Diambil atau diserap oleh tanaman dalam bentuk: Fe++

Fungsi unsur hara besi (Fe) bagi tanaman ialah:
a. Zat besi penting bagi pembentukan hijau daun (klorofil)

b. Berperan penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan protein

c. Zat besi terdapat dalam enzim Catalase, Peroksidase, Prinodic hidroginase dan Cytohrom oxidase

Sumber-sumber besi adalah:
a. Batuan mineral Khlorite dan Biotit

b. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis

11. Mangan (Mn)

Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mn++

Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah:
a. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C

b. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua

c. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim

d. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi

Sumber-sumber Mangan adalah:
a. Batuan mineral Pyroluste Mn O2

b. Batuan mineral Rhodonite Mn SiO3

c. Batuan mineral Rhodochrosit Mn CO3

d. Sisa-sisa tanaman dan lain-lain bahan organis

12. Tembaga (Cu)

Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cu++

Fungsi unsur hara Tembaga (Cu) bagi tanaman ialah:
a. Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa, Butirid Coenzim A. dehidrosenam

b. Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)

13. Seng (Zincum = Zn)

Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Zn++

Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah:
a. Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan

b. Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis

c. Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah

Seng dalam tanah terdapat dalam bentuk:
1. Sulfida Zn S

2. Calamine Zn CO3

14. Molibdenum (Mo)

Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mo O4-

Fungsi unsur hara Molibdenum (Mo) bagi tanaman ialah:
a. Berperan dalam mengikat (fiksasi) N oleh mikroba pada leguminosa

b. Sebagai katalisator dalam mereduksi N

c. Berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran

Molibdenum dalam tanah terdapat dalam bentuk Mo S2

15. Boron (Bo)

Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Bo O3-

Fungsi unsur hara Boron (Bo) bagi tanaman ialah:
a. Bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman

b. Meningkatkan mutu tanaman sayuran dan buah-buahan

c. Berperan dalam pembentukan/pembiakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar

d. Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca)

e. Unsur hara Bo dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit

Boron (Bo) dalam tanah terdapat dalam bentuk:
a. Datolix Ca (OH)2 BoSiO4

b. Borax Na2 Bo4 O2. 10H2O

16. Khlor (Cl)

Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cl -

Fungsi unsur hara Khlor (Cl) bagi tanaman ialah:
a. Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman seperti: tembakau, kapas, kentang dan tanaman sayuran

b. Banyak ditemukan dalam air sel semua bagian tanaman

c. Banyak terdapat pada tanaman yang mengandung serat seperti kapas, sisal

Disamping ke-16 unsur hara tersebut masih ada unsur-unsur lain yang berhubungan erat dengan tanaman yang akan diuraikan secara ringkas, yaitu:
1. Natrium (Na)
Natrium dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman apabila tanaman yang dimaksud menunjukkan gejala kekurangan Kalium (K).
Natrium dalam proses fisiologi dengan K, yaitu menghalangi atau mencegah pengambilan/penyerapan K yang berlebihan.
2. Silikum (Si)
Tanaman rumput-rumputan, seperti alang-alang dan padi ternyata banyak yang menyerap Si.
Dibandingkan dengan unsur hara N dan P, ternyata Si dalam tanaman lebih besar jumlahnya.
3. Nikel (Ni)
Unsur ini merupakan aktifator daripada enzim, dalam bentuknya yang kecil dapat mempercepat pertumbuhan tanaman.
4. Titan (Ti)
Unsur Titan selalu terdapat dalam tanaman, dan banyak terdapat pada nodula dan legum. Dengan pemberian Ti SO4 nodula akan bertambah sedangkan fiksasi menjadi lebih meningkat
5. Selenium
Jumlah yang berlebihan tidak menimbulkan kerusakan bagi tanaman, akan tetapi menimbulkan keracunan bagi binatang yang memakan tumbuhan tersebut.
6. Vanadium
Berfungsi mempercepat reproduksi azotobacter yang mengakibatkan meningkatnya fiksasi N dari udara.
7. Argon
Unsur Argon dibutuhkan tanaman untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Kelebihan unsur ini dapat menyebabkan keracunan pada tanaman. Keracunan akar oleh Argon banyak terdapat pada tanah persawahan.
8. Yodium
Unsur yodium walaupun keadaannya sedikit ternyata diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang sehat.
Sumber : http://pusri.wordpress.com/2007/10/01/khasiat-unsur-hara-bagi-tanaman/

Baca Selengkapnya...
| 0 komentar ]

Baca Selengkapnya...
| 0 komentar ]

1) Sebagai PUPUK PELENGKAP;. Untuk akar & daun pada pertumbuhan vegetatif serta bunga & buah pada pertumbuhan generatif.
2) Sebagai PUPUK BIOLOGIS; Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan organisme tanah yang menguntungkan tanaman (bakteri pengurai, penambat N, pelrut fosfat, dan penghasil hormon tumbuh).
3) Sebagai BIOKATALISATOR; Meningkatkan ketersediaan unsure hara dan meningkatkan kelarutan deposit (sisa pupuk) dalam tanah sehingga dapat menguirangi penggunaan pupuk NPK sekitar 30 %;
4) Sebagai PEMBENAH TANAH; (soil onditioner), memperbaiki aerasi dan rekondisi fungsi ekosistem tanah;
5) Sebagai AGEN PENGENDALI HAYATI; Dapat mengurangi penggunaan pestisida secara segnifikan;
6) Sebagai Zat Perangsang Tumbuh (ZPT); ABG mengandung hormon pertumbuhan alami yaitu : Auksin (IAA), Sitokinin (Zeatin), dan giberellin (GA3) sehingga dapat mempercepat masa panen;
7) Sebagai SOLUSI MENGATASI PENGADAAN PUPUK KANDANG; pengadaan pupuk kandang berkurang sampai 50 %.
8) Sebagai PEMBENAH AIR KOLAM ; Dapat meningkatkan pertumbuhan & perkembangan plankton sebagai pakan alami, serta menjaga kualitas air kolam / tambak.
9) Sebagai FLOOD SUPPLEMENT ; Dapat meningkatkan pertumbuhan ternak dan ikan
10) APLIKASI HEMAT, PRAKTIS & RAMAH LINGKUNGAN ; Pupuk ABG berbentuk konsentrat, dosis hanya 1 cc/liter air dan tidak mencemari lingkungan.

Baca Selengkapnya...
| 1 komentar ]

ABG®
(Amazing Bio-grower)
ABG merupakan konsentrat organik dan nutrisi tanaman hasil ekstraksi secara mikrobiologis melalui proses fermentasi berbagai bahan organik berkualitas tinggi (ikan, ternak dan tanaman), mengandung senyawa bioaktif (plant growth promoting agent, asam-asam amino, enzim), mikroba menguntungkan (pengurai, penambat N, pelarut fosfat dan penghasil fitohormon) dan diperkaya dengan hara esensil

ABG- bunga dan buah (B)
· Merangsang pertumbuhan akar, pembungaan dan pembuahan
· Meningkatkan kualitas bunga (ukuran, warna), buah, umbi dan citarasa
· Mengurangi kerontokan bunga, buah dan gabah padi
· Meningkatkan pengisian gabah (padi), polong, buah dan umbi (bawang dan kentang)
· Meningkatkan, efisiensi pemupukan, kesehatan tanaman dan resistensi terhadap serangan hama dan penyakit
· Digunakan menjelang tanaman berbunga (2 – 3 kali aplikasi) dengan interval 10 hari untuk tanaman semusim, sedangkan untuk tanaman tahunan interval 20 – 30 hari

KANDUNGAN DAN KOMPISISI
2 % C-org, 8% N, 8% P2O5, 14 % K2O, 1% CaO, 0,8% MgO, 1% S dan mikro element (B, Fe, Zn, Mn, Mo, Cu), asam-asam amino dan senyawa bioaktif (GA3 800 ppm).
Dosis dan Teknik Aplikasi
· Tanaman Pangan & Sayuran: Larutkan 1 - 2 cc/L air , siramkan pada perakaran atau semprotkan pada tanaman (1 – 3 kali) dengan interval aplikasi 7 – 10 hari.
· Tanaman Hias : Larutkan 1 – 2 cc/L air, disiramkan dan disemprotkan pada tanaman dengan Interval aplikasi 10 – 14 hari
· Tanaman Tahunan. Larutkan 2 – 4 cc /L air, siramkan 0,5 – 5 L larutan/pohon pada perakaran tanaman (jika memungkinan juga disemprotkan pada daun). Interval aplikasi 20 – 30 hari.



ISI Netto = 250 cc (1 tutup = 10 cc)

Baca Selengkapnya...
| 0 komentar ]



Metode Intensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik (IPAT-BO) perlu dikembangkan secara massal karena terbukti meningkatkan produktivitas hasil panen padi hingga tiga kali lipat."Dengan metode ini produktivitas hasil panen meningkat tiga kali lipat,"

kata Pakar Bioteknologi Tanah dari Fakultas Pertanian Unpad Dr Tualar Simarmata di sela Panen Raya Padi melalui Teknologi IPAT-BO di Bandung, Jumat.Hasil kaji terap 2006-2007, intensifikasi padi aerob terkendali dengan berbagai varietas padi di beberapa lokasi Jabar dan Jatim mampu menghasilkan padi 10-16 ton per hektar atau naik rata-rata 50-150 persen dibanding dengan sistem konvensional (anaerob).Untuk membangun kemandirian dan ketahanan pangan atau swasembada beras maka dari produksi 4-6 ton per hektar (luas panen total saat ini 5,5 juta hektar) harus mampu ditingkatkan produktivitasnya menjadi 6-8 ton per hektar."Sedangkan jika ingin menjadi eksportir beras maka produktivitas padi harus ditingkatkan menjadi 8-12 ton per hektar," ujarnya. Menurut dia, metode intensifikasi padi sawah dengan sistem tergenang (anaerob) selama ini tidak saja menyebabkan tak berfungsinya kekuatan biologis tanah,tetapi juga menghambat perkembangan sistem perakaran tanam padi."Biota tanah yang aerob tak dapat berkembang dan diperkirakan hanya sekitar 25 persen perakaran tanaman padi yang berkembang optimal, sehingga potensi hasil berbagai varietas padi selama ini hanya 7-8 ton per hektar, sementara dengan IPAT potensinya di atas 20 ton per hektar," katanya.Keunggulan lain dari metode IPAT-BO ini, ujarnya, adalah hemat air yakni hanya 25 persen dari sawah konvensional sehingga sesuai bahkan untuk musim kering, hemat bibit 20-25 persen, hemat pupuk dan hemat pestisida, sedangkan panen bisa lebih awal 7-10 hari, ujarnya."Dengan metode konvensional butuh bibit 20-30 kg per hektar, untuk IPAT hanya 5-7 kg per hektar. Pupuk yang sebelumnya butuh 300kg urea per hektar, 100kg KCl, 100kg SP36 dikurangi saja 50 persen lalu ditambah pupuk organik seperti kompos jerami dan pupuk kandang," katanya. (*)
Sumber : http://www.antara.co.id/arc/2007/9/7/metode-ipat-bo-tingkatkan-produktivitas-padi-tiga-kali-lipat/

Baca Selengkapnya...