| 1 komentar ]


1. Pengolahan lahan.
Lahan dibersihkan dari jenis rumput-rumputan, kayu-kayuan dan semak belukar. Lakukan pengolahan lahan dengan dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam dengan jarak tanam sekitar (100x100) cm. Lahan berbukit dengan mengikuti garis contour (50x100) cm atau (30x100) cm. Siapkan bedengan persemaian, ukuran lebar 1.5 m, tinggi 30 cm dan panjang tergantung kebutuhan, dan buat saluran air dengan lebar (30-40) cm dan dalam ± 50 cm


2. Penanaman.
Untuk pembibitan, stek diambil dari batang atau cabang yang sudah mengayu dari bagian tengah, berdiameter (0.8-1) cm, panjang ± (15-23) cm dan paling sedikit (3-5) mata tunas. Stek ditanam posisi miring, sedalam 10 cm dan jarak tanam (10x10) cm. Untuk mencegah penyakit, campurkan (1–2) bungkus ABG-BIO + (25–50) kg media pembibitan (campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 4:1). Siram dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan dan tutup dengan karung bekas, biarkan dulu selama (2-3) hari, baru dipakai. Selanjutnya dilakukan pemupukan, dengan 10 gram ABG-BIO/polybag, setiap 3 bulan, hingga tanaman dipindahkan ke lapangan. Setelah berumur (3-4) minggu, bibit sudah siap dipindahkan ke lapangan.
3. Pemupukan.
a. Pupuk dasar. Sebarkan campuran (2–5) ton pupuk kandang dengan 100 kg ABG-Bios + (1–2) bungkus ABG-BIO yang telah diaktifkan, dalam lubang tanam sekitar (1–3) hari sebelum tanam. Setelah penanaman berikan campuran (100–200) kg ABG-Bios + 100 kg Urea + 50 kg SP-36 + 50 kg KCl per hektar, atau gunakan ABG-Tablet dengan dosis (2–3) tablet/tanaman. Pupuk diberikan dalam lubang dengan kedalaman (5-10) cm sekitar (10–15) cm dari tanaman.
b. Pupuk susulan. Sebagai pupuk susulan berikan campuran 50 kg Urea + 20 kg SP-36 + 20 kg KCl + (100–150) kg ABG-D pada 30 HST, atau campuran 200 kg pupuk majemuk NPK (dengan formula 12-12-17) + (100–200) kg ABG-Bios. Pupuk ditempatkan di sekeliling tanaman, dan selanjutnya dilakukan pembumbunan, serta dilakukan penyiangan.
c. Pupuk ABG. Pemberian pupuk ABG-D, dengan konsentrasi (2-3) cc/liter air, dilakukan pada 10 HST, 20 HST, 30 HST, 40 HST, 50 HST, 60 HST, 70 HST, 80 HST, 90 HST, 100 HST, 110 HST, 120 HST, 130 HST, 140 HST, 150 HST, 160 HST, dengan cara disemprotkan pada tanaman secara merata. Untuk mencegah penyakit dilakukan pemberian ABG-BIO setiap 2 minggu, dengan cara larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + (1-2) kg dedak + (2–5) kg ABG-Bios + (5–10) tutup ABG-B, dalam 100 liter air, aduk secara merata dan biarkan sekitar (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (25–50) cc/tanaman pada perakaran tanaman.
4. Pemeliharaan.
Pemeliharaan meliputi penyiangan, pemangkasan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
•Penyiangan (weeding) dilakukan 2 bulan setelah tanam atau saat tanaman mencapai (20-30) cm dan cabang bertingkat dengan radius 20 cm. Selanjutnya setiap 3 bulan sekali, dengan menyingkirkan gulma di sekitar daerah perakaran.
• Pemangkasan dilakukan pada umur 3 bulan setelah tanam.
• Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida sesuai dengan yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.
5.Panen.
• Panen dapat dilakukan pada umur (6-8) bulan setelah tanam.
• Panen pertama, bagian yang boleh dipangkas adalah cabang-cabang dari tingkat dua ke atas, sedangkan cabang-cabang tingkat pertama ditinggalkan.
• Setelah tanaman berumur 9 bulan, tanaman dapat dipanen kedua kalinya dengan cara seperti panen pertama, sehingga akan diperoleh cabang-cabang baru dan anakan baru.
• Demikian selanjutnya sampai panenan pada bulan ke-12, 15, 18, 21, 24 dst.

Baca Selengkapnya...
| 0 komentar ]


1. Persiapan dan pengolahan lahan.
Lakukan pengolahan lahan dengan membersihkan dari sisa-sisa akar dan rumput-rumputan dengan cara dicangkul atau ditraktor, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam. Sistem penanaman adalah monokultur (jarak tanam 2 m x 2 m). Tetapi dapat juga ditanam dengan tanaman lain. Lubang tanam dibuat limas ukuran atas 40 x 35 cm, bawah 40 x 15 cm dan kedalaman 50 cm. Biarkan lubang tanam (10-15) hari.

2.Pembibitan dan penanaman.
a. Pembibitan.
Bibit/stek diambil dari tanaman yang sehat. Untuk mencegah serangan penyakit busuk pangkal batang (Phytophthora palmivora), campurkan (1–2) bungkus ABG-BIO dengan sekitar 25 kg media pembibitan (campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 4:1). Aktifkan dengan cara, siram campuran dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan, yang ditutupi karung bekas, selama (2-3) hari, baru dipakai. Pembibitan sebaiknya dilakukan dalam polybag yang berukuran (10x15) cm – (15x20) cm untuk meningkatkan daya tahan dan mencegah kematian bibit. Setelah stek ditanam untuk pembibitan, lakukan penyemprotan dengan ABG-D, dengan konsentrasi (2–4) cc/liter air, dengan interval 14 hari sekali.
b. Penanaman.
Untuk meningkatkan kesehatan/menekan penyakit tular tanah (busuk pangkal batang: Phytophthora palmivora) dan untuk mendukung pertumbuhan akar tanaman, berikan pupuk dasar kedalam lubang tanam tersebut di atas, yaitu (1–2) kg pupuk kandang + (100–200) gram ABG-Bios + 25 gram inokulan ABG-BIO yang telah diaktifkan (seperti tersebut di atas), sekitar 1 minggu sebelum tanam. Inokulan ABG-BIO dapat juga diberikan dalam bentuk larutan, yaitu dengan cara larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + (2–5) kg dedak + 5 kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-D, dalam 100 liter air, aduk secara merata dan biarkan selama (2–4) jam, kemudian siramkan dengan emrat pada lubang tanam yang berisi pupuk kandang, (2–3) hari sebelum tanam. Selanjutnya lakukan penanaman atau transplanting dan pemberian pupuk tablet ABG-Tablet dengan dosis (2–3) tablet/tanaman.

3. Pemupukan.
3.1. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).
Pupuk yang digunakan pada tanaman belum menghasilkan adalah ABG-Bios, ABG-Tablet, ABG-D, ABG-B dan pupuk kandang. Sedangkan untuk meningkatkan kesehatan/mengendalikan penyakit busuk pangkal batang tanaman gunakan ABG-BIO. Dosis pemupukan ABG adalah sebagai berikut:
a. Berikan (4–6) tablet ABG-Tablet per tanaman + (100–500) gram ABG-Bios per tanaman. Aplikasi 2 kali dalam setahun. Pupuk ditempatkan dalam lubang hingga sedalam (5–10) cm dengan jarak (20–30) cm dari tanaman pada (3–4) titik/tempat. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman, yaitu meningkat (3-4) tablet/tahun. Jika tersedia, dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang sekitar (2–5) kg/tanaman, sekali dalam setahun.
b. Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas), kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D, dengan konsentrasi (2–4) cc/liter air, secara merata pada tanaman, dengan interval (20–30) hari sekali.
c. Untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan tanaman lada, berikan ABG-BIO setiap (1–2) bulan. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + (1–2) kg dedak + 5 kg ABG-Bios, dalam (50-100) liter air, aduk secara merata dan biarkan sekitar (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (2–5) liter/tanaman, pada perakaran tanaman.
3.2. Tanaman Menghasilkan (TM).
a. Berikan (6–20) tablet ABG-Tablet per tanaman + (300–1.000) gram ABG-Bios per tanaman. Aplikasi 2 kali dalam setahun. Pupuk ditempatkan dalam lubang hingga sedalam (5–10) cm dengan jarak (50–200) cm dari tanaman pada (6–8) titik/tempat di sekeliling tanaman. (3–4) titik di bawah tajuk terluar, dan (3–4) titik antara tajuk terluar dengan batang. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman, yaitu meningkat sekitar (4–5) tablet/tahun. Jika tersedia, dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang sekitar (2–5) kg/tanaman, sekali dalam setahun.
b. Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas) dan pembuahan, kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D dan ABG-B. Setelah pemetikan buah (panen), gunakan ABG-D, dengan konsentrasi (2–4) cc/liter air, dengan cara disemprotkan pada tanaman secara merata, dengan interval (20–30) hari sekali. Untuk merangsang pembungaan, semprotkan ABG-B, dengan konsentrasi (2–4) cc/liter air, dengan interval (20–30) hari. Aplikasi dapat juga dilakukan melalui tanah, yaitu dengan menyiramkan larutan tersebut pada perakaran tanaman. Caranya: Larutkan (20–30) cc ABG-D atau ABG-B, dalam (1–5) liter air, kemudian siramkan pada perakaran, yaitu buat (4–6) lubang hingga kedalaman 5 cm, kemudian siramkan larutan kedalam lubang tersebut. Penggunaan paling optimal adalah kombinasinya, yaitu disemprotkan dan disiramkan.
c. Untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan tanaman lada berikan ABG-BIO setiap (1–2) bulan, dengan cara larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + (1-2) kg dedak + 5 kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-D, dalam 100 liter air, aduk secara merata dan biarkan sekitar (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (2–5) liter/tanaman pada perakaran tanaman.
4. Pemeliharaan.
Pemeliharaan meliputi penyiangan, pemberian mulsa alami, pengajiran dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
• Penyiangan (weeding) dilakukan dengan menyingkirkan gulma di sekitar daerah perakaran.
• Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida, sesuai dengan yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.
• Jagalah selalu agar pemberian air tidak tergenang.
• Pemberian mulsa alami dilakukan pada usia (3-5) bulan, berupa dedaunan tanaman tahunan ataupun alang-alang.
• Sebaiknya gunakan tajir mati dari bahan kayu dengan panjang tajir (2,5-3) m.
5. Panen.
• Panen pertama umur tiga tahun atau kurang.
• Ciri-ciri: tangkainya berubah agak kuning, dan sudah ada buah yang masak (berwarna kuning atau merah).
• Pemetikan dari buah bagian bawah hingga buah bagian atas, dengan mematahkan persendian tangkai buah yang ada di ketiak dahan

Baca Selengkapnya...