
Nama Peternak : Trimo
Alamat : Desa Karang Tanjung, Kec.Lemahabang, Karawang
Komoditi : Ayam Pedaging
Pelaksanaan : Januari 2007
Umur Panen : 28 hari
Jumlah ayam : 66.000 ekor
Komentar Peternak :
Setelah saya menggunakan ABG-Unggas Pedaging yang diperkenalkan oleh Bapak Sukaris (Distributor ABG), nafsu makan ayam bagus, ayam lebih lincah, pertumbuhan dan perkembangan cepat, lebih sehat dan tahan terhadap serangan penyakit, dan tingkat kematian dapat ditekan. Karena perkembangannya begitu pesat, sehingga saya tidak mengikuti dosis anjuran. Saya menggunakan dosis 5cc/10 liter air, yang seharusnya 10 cc/10 liter air. Dengan dosis segitu aja pertumbuhan begitu cepat, apalagi ngikuti dosis anjuran. Karena uji coba ABG-Unggaas Pedaging memberikan hasil dan keuntungan besar, sehingga ayam saya yang 66.000 ekor, saya beri ABG melalui air minum. ABG….. memang Ajaib Bikin Gede !!!
Tanpa ABG :
Hasil sampling dari 20 ekor ayam yang ditimbang = 18.4 kg atau 0.92 kg/ekor.
FCR = 1.60
% kematian = 3.5%
Vitamin diberikan 100%
Vaksin dan obat-obatan diberikan 100%
Dengan ABG :
Hasil sampling dari 20 ekor ayam yang ditimbang = 24.2 kg atau 1.21 kg/ekor
Jumlah ayam yang diuji coba dengan ABG sebanyak 2000 ekor
FCR = 1.57
% kematian = 2.65%
Vitamin dikurangi 30%
Vaksin dan obat-obatan tetap diberikan, sama dengan yang tanpa ABG

1. Pengolahan Lahan.
Lakukan pengolahan lahan dengan ditraktor atau dicangkul, seperti yang biasa dilakukan, hingga lahan siap tanam. Buat bedengan dengan lebar 40 cm dan tinggi 40 cm. Jarak antar bedengan (90-100) cm, dengan lubang tanah dengan jarak dalam barisan (60–80) cm x (60-80) cm, jarak antar barisan (80-100) cm x (80-100) cm .
2. Persemaian.
Benih tembakau direndam dengan air hangat selama 20 menit, kemudian ditaburkan pada persemaian dengan cara dimasukkan dalam gembor, kemudian disiram. Untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit pada tembakau akar, campurkan (1–2) bungkus inokulan ABG-BIO dengan (20–25) kg media persemaian (campuran pupuk kandang kering dan tanah dengan perbandingan 4:1), dan aktifkan dengan cara siram campuran dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan dan tutup dengan karung bekas, biarkan selama (2-3) hari, baru dipakai. Bila pada persemaian menggunakan media steril, ABG-BIO digunakan pada saat penanaman di lapangan. Setelah berumur 40 hari, bibit dipindahtanamkan ke lahan, dan diberi perlindungan dengan pelepah daun pisang. Lakukan penyulaman 3 minggu setelah tanam.
3. Pemupukan.
a. Inokulan ABG-BIO. Aktifkan (1–2) bungkus ABG-BIO dengan (20–25) kg pupuk kandang kering + 2 kg dedak + (2–5) kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-D. Campurkan dan siram dengan air hingga lembab, kemudian inkubasikan dalam bentuk gundukan dan tutup dengan karung. Setelah (2–3) hari dapat digunakan. Berikan sekitar (10–15) gram inokulan kedalam lubang tanam sebelum penanaman.
b. Pupuk dasar. Pupuk dasar, untuk lahan seluas 1 ha, adalah (2–5) ton pupuk kandang matang dan kering. Pupuk diberikan dalam lubang tanam sekitar 1 minggu sebelum tanam. ABG-BIO dapat diberikan bersama pemberian pupuk dasar tersebut. Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + (2–5) kg dedak + 5 kg ABG-BIO + 5 tutup ABG-D, dalam 100 liter air, kemudian siramkan kedalam lubang tanam yang telah berisi pupuk kandang dengan menggunakan emrat atau gembor.
c. Pupuk anorganik. Gunakan pupuk anorganik yang tidak mengandung klor, yaitu 100 kg Urea + (100–200) kg SP-36 + (200–300) kg KNO3, diberikan 2 kali, yakni 50 % awal tanam dan 50 % pada (30–35) HST.
d. Pupuk ABG. Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas) kombinasikan pupuk di atas dengan penyemprotan atau penyiraman ABG-D, dengan konsentrasi (2–3) cc/liter air, pada 10 HST dan 20 HST. Untuk mencegah penyakit busuk akar dan layu dan meningkatkan kesehatan tanaman berikan ABG-BIO 2 minggu setelah tanam. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 2 kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-D, dalam (50-100) liter air, aduk secara merata dan biarkan sekitar (2-4) jam. Lalu siramkan pada perakaran tanaman dengan memakai emrat atau gembor, sekitar (25–50) cc/tanaman. Untuk meningkatkan kualitas daun, semprotkan ABG-B, dengan konsentrasi (2–3) cc/liter air, pada 30 HST, 40 HST dan 50 HST. Untuk mencegah penyakit busuk akar dan layu dan meningkatkan kesehatan tanaman berikan ABG-BIO, 4 minggu setelah tanam. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 2 kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-B, dalam (50-100) liter air, aduk secara merata dan biarkan sekitar (2-4) jam, lalu siramkan pada perakaran tanaman dengan memakai emrat atau gembor.
4. Pemeliharaan.
Pemeliharaan meliputi penyiangan, pemangkasan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
• Penyiangan dilakukan setiap 3 minggu sekali.
• pemangkasan dilakukan pada tunas ketiak daun dan bunga setiap 3 hari sekali. Pangkas pucuk tanaman saat bungga mekar dengan (3-4) lembar daun dibawah bunga.
• Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida sesuai dengan yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.
5. Panen.
• Pemetikan daun tembakau yang baik adalah jika daun-daunnya telah cukup umur dan telah berwarna hijau kekuning-kuningan. Daun dipetik mulai dari daun terbawah ke atas. Pemetikan dapat dilakukan berselang (3-5) hari, dengan jumlah daun satu kali petik antara (2-4) helai tiap tanaman. Untuk setiap tanaman dapat dilakukan pemetikan sebanyak 5 kali.
• Sortirlah daun berdasarkan kualitas warna daun.
1. Persiapan dan pengolahan lahan
Lakukan pengolahan lahan dan bersihkan dari sisa sisa akar dan rumput-rumputan Pembuatan teras, dilakukan untuk tanah dengan kemiringan > 10 derajat. Lebar teras minimal 3 m untuk mencegah terjadinya erosi. Pembuatan rorak (kotak kayu panjang) pada tanah landai. Rorak berguna untuk menampung tanah yang tererosi. Jika sudah penuh, isi rorak dituangkan ke areal di sebelah atas rorak. Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan, yang sesuai dengan kemiringan lahan dan diperkeras.
2. Pembibitan.
a. Perkecambahan.
• Untuk menekan dan mencegah serangan penyakit jamur akar putih (JAP), aktifkan inokulan ABG-BIO (1–2) bungkus dalam 25 kg pupuk kandang + 2 kg dedak. Caranya: Siram dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan dan tutup dengan karung bekas, biarkan dulu selama (2–3) hari, lalu sebarkan dan campurkan inokulan hasil perbanyakan tersebut pada bedengan persemaian sekitar (100–500) gram/m2.
• Berikan (25–100) gram ABG-Bios/tanaman dalam larikan, atau 4 lubang tugal di sekeliling tanaman, dan benamkan hingga kedalaman 5 cm di sekeliling tanaman, untuk perkecambahan.
• Benih disemaikan langsung. Jarak tanam antar biji (1–5) cm. Siram benih secara teratur sebanyak (2–3) hari sekali. Benih normal akan berkecambah pada (10-14) HST, dan selanjutnya dipindahkan ke tempat persemaian bibit.
b. Persemaian bibit di lahan.
• Tanah dicangkul sedalam (50–70) cm, lalu dihaluskan dan diratakan.
• Buat bedengan dengan lebar 12 m dan panjang 25 m dan tinggi 20 cm, dan parit antar bedengan yang terdiri dari parit primer dengan lebar 50 cm dengan kedalaman 40 cm, dan parit sekunder lebar 30 cm dan dalam 25 cm.
• Benih yang berkecambah ditanam dengan jarak (60x90) cm untuk stump tinggi dan (60x60) cm untuk stump rendah.
• Untuk menekan dan mencegah serangan penyakit jamur akar putih (JAP), aktifkan (1-2) bungkus ABG-BIO dalam 25 kg pupuk kandang + 2 kg dedak. Kemudian siram dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan selama (2–3) hari (tutup dengan karung). Lalu sebarkan dan campurkan inokulan hasil perbanyakan tersebut pada bedengan pembibitan sekitar (100–500) gram/m2.
• Pemupukan: Untuk memacu pertumbuhan & meningkatkan kualitas bibit, berikan pupuk ABG-BIOS sekitar (25-50) kg/tanaman + 1 tablet ABG-Tablet per tanaman Untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman,. dilakukan penyemprotan ABG-D, dengan dosis (2–4) cc/liter air, dengan interval 14 hari sekali.
c. Persemaian bibit menggunakan polybag.
• Untuk menekan dan mencegah serangan penyakit jamur akar putih (JAP), aktifkan (1-2) bungkus ABG-BIO dalam 25 kg pupuk kandang + 2 kg dedak. Kemudian siram dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan selama (2–3) hari (tutup dengan karung). Berikan sekitar 25 gram dalam lubang tanam di dalam polybag.
• Masukkan kecambah kedalam polybag berukuran (25 x 56) cm yang berisi media tanam yang telah diberi tanah + (25–50) gram ABG-Bios + (1–2) tablet ABG-Tablet. Pemberian pupuk tablet dan ABG-Bios dilakukan setiap (3–4) bulan.
• Letakkan polybag tersebut dalam alur sedalam 20 cm dan ditimbun.Jarak antar polybag (20x30) cm dan dibuat jalan selebar 75 cm setiap dua baris polybag untuk perawatan.
• Untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, dilakukan penyemprotan ABG-D, dengan dosis (2–4) cc/liter air, dengan interval 14 hari sekali.
3. Penanaman.
• Untuk menekan dan mencegah serangan penyakit jamur akar putih (JAP), aktifkan (1-2) bungkus inokulan ABG-BIO dalam 25 kg pupuk kandang + 2 kg dedak. Kemudian siram dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan selama (2–3) hari (tutup dengan karung). Sebelum penanaman, berikan inokulan hasil pengaktifan tersebut sekitar 25 gram/lubang tanam + (100–500) gram ABG-Bios (sebagai pupuk dasar).
• Lubang tanam: Okulasi Stump Mini (60 x 60 x 60) cm atau Okulasi Stump Tinggi (80 x 80 x 80) cm
• Penanaman dilakukan dengan menggunakan jarak tanam (7x3) m, membutuhkan (476 bibit/ha).
4. Pemupukan.
4.1. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).
Pupuk yang digunakan pada tanaman belum menghasilkan adalah ABG-BIOS, ABG-Tablet, ABG-D, ABG-B dan pupuk kandang. Sedangkan untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit jamur akar putih (JAP) gunakan ABG-BIO. Dosis pemupukan ABG adalah sebagai berikut:
a. Berikan (4–6) tablet ABG-Tablet per tanaman + (100–500) gram ABG-Bios per tanaman. Aplikasi 2 kali dalam setahun. Pupuk ditempatkan dalam lubang hingga sedalam (5–10) cm dengan jarak (20–30) cm dari tanaman pada (3–4) titik/tempat. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman, yaitu meningkat (4-5) tablet/tahun. Jika tersedia, dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang sekitar (2–5) kg/tanaman, sekali dalam setahun.
b. Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas), kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D, dengan konsentrasi (2–4) cc/liter air, secara merata pada tanaman, dengan interval 30 hari sekali.
c. Untuk mencegah dan mengendalikan penyakit jamur akar putih (JAP), berikan ABG-BIO setiap (1–2) bulan. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + (1–2) kg dedak + 5 kg ABG-BIOS + 5 tutup ABG-D, dalam 100 liter air, aduk secara merata, dan biarkan sekitar (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (2–5) liter/tanaman, pada perakaran tanaman, atau diberikan dalam bentuk padat dengan menggunakan pengaktifan di atas.
4.2. Tanaman Menghasilkan (TM).
1. Berikan (14–20) tablet ABG-Tablet per tanaman + (500–1.000) gram ABG-Bios per tanaman. Aplikasi 2 kali dalam setahun. Pupuk ditempatkan dalam lubang hingga sedalam (5–10) cm dengan jarak (50–200) cm dari tanaman pada (6–8) titik/tempat di sekeliling tanaman. (3–4) titik di bawah tajuk terluar, dan (3–4) titik antara tajuk terluar dengan batang. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman, yaitu meningkat (5-10) tablet/tahun.
2. Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas) dilakukan penyemprotan dengan ABG-D. Pupuk ABG-D digunakan, dengan konsentrasi (2–4) cc/liter air, dengan cara disemprotkan pada tanaman secara merata, dengan interval (30–60) hari sekali. Jika tanaman sudah tinggi, aplikasi dilakukan melalui tanah, yaitu dengan menyiramkan larutan tersebut pada perakaran tanaman. Caranya: Larutkan (10–30) cc ABG-D, dalam (1–5) liter air, kemudian siramkan pada perakaran. Buat (4–6) lubang hingga kedalaman 5 cm, kemudian siramkan larutan kedalam lubang tersebut. Jika pemberiannya pada musim hujan, berikan dalam bentuk konsentrat ABG-D sekitar (10–30) cc atau (1–3) tutup per tanaman, konsentrat diberikan dalam (3–4) titik/lubang sedalam 5 cm, sekitar (1–2) m dari batang tanaman.
3. Untuk mencegah penyakit jamur akar putih dan meningkatkan kesehatan tanaman karet, berikan ABG-BIO setiap (3–4) bulan. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 5 kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-D, dalam (50-100) liter air, aduk secara merata, dan biarkan sekitar (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (2–5) liter/tanaman pada perakaran tanaman. Alternatif lain untuk pemberian inokulan ABG-D, yaitu aktifkan (1–2) bungkus ABG-BIO dalam 25 kg pupuk kandang kering + 2 kg dedak + 5 kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-D. Kemudian siram dengan air hingga lembab, simpan dalam bentuk gundukan dan tutup dengan karung. Setelah (2–3) hari, dapat diaplikasikan. Bersihkan permukaan tanah hingga sekitar 50 cm dari pangkal batang, kemudian sebarkan sekitar (100–200) gram/tanaman.
4. Pemeliharaan dan pengendalian JAP.
a. Pemeliharaan terdiri dari penyulaman, penyiangan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
b. Pengendalian serangan penyakit JAP pada tanaman, dilakukan dengan:
• Membersihkan tanah, dengan menggali hingga kedalaman (5–10) cm, di sekitar pangkal batang dengan radius sekitar (30–50) cm. Lalu sebarkan secara merata (100–200) gram ABG-BIO/tanaman, yang telah diaktifkan terlebih dulu (seperti tersebut di atas), kemudian tutup kembali dengan tanah.
• Untuk mempercepat pemulihan, kerik terlebih dahulu bagian tanaman yang terserang JAP, kemudian oleskan pasta ABG-BIO dengan kuas.
• Pasta ABG-BIO dibuat dengan cara melarutkan 1 bungkus ABG-BIO + 0,5 kg dedak + 1 kg ABG-Bios + 2 tutup ABG-D, dalam (2-5) liter air, aduk secara merata, dan biarkan dulu selama (2-4) jam, baru dipakai.
• Sisa larutan, siramkan kedalam tanah.
5. Panen.
• Penyadapan pada umur ± 5 tahun, dan dapat dilakukan selama (25-30) tahun.
• Pemakaian ABG-Bios, ABG-D dan ABG-Tablet secara teratur, akan mempercepat waktu penyadapan pertama kali, dan memperpanjang masa produktif tanaman.











