Yopy halomoan SP.MSi

Melanjutkan dari penjelasan ABG daun pada edisi sebelumnya kita akan mengetahui bahwa tanaman merupakan mahluk yang sangat kompleks dan memiliki potensi yang luarbiasa apabila kita memeliharannya secara baik. Mulai dari pembentukan sel, pertumbuhan memanjang dan membesar, semakin matang bahkan sampai kepada diferensiasi sel atau perubahan bentuk sel. Karena pertumbuhan inilah tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda-beda setiap fase pertumbuhannya.
ABG Bunga dan Buah adalah pupuk cair organic yang di formulasi khusus untuk fase generatif pertumbuhan tanaman dengan tujuan memaksimalkan pertumbuhan bunga, proses perubahan bunga menjadi buah dan pembesaran buah. Fase geneartif biasa di sebut juga dengan fase reproduktif dimana tanaman mulai mengembangkan fungsi reproduksinya dengan ciri khas proses dari fase reproduktif antara lain proses pembelahan selnya relative sedikit, jaringan tanaman semakin dewasa, penebalan serabut, pembentukan hormon dan perkembangan kuncup bunga, lalu perkemangan kuncup bunga, buah, biji serta alat penyimpanannya, dan pembentukan koloid hidrofilik atau jaringan yang menyimpan atau menyerap air.
Fase ini membutuhkan banyak suplai karbohidrat karena karbohidrat yang biasanya di suplai untuk perkembangan akar, batang, dan daun selebihnya akan di suplai untuk keperluan perkembangan bunga, buah, biji, dan tempat penyimpanan di buah. Untuk memenuhi kebutuhan inilah ABG Bunga Buah diformulasi karena selain memiliki kandungan K dan P yang lebih besar dibandingkan ABG daun juga mengandung hormon pertumbuhan bunga dan buah. Pupuk ABG Bunga Buah memiliki kandungan : 6% C organic, 8% P2O5, 14% K2O, 1% CaO, 0,8 % MgO, 1% S dan hara mikro (B, Fe, Zn, MN, Mo, CU) serta asam-asam amino, asam humat dan senyawa bioaktif (GA3 800 ppm).
Kandungan yang ada pada ABG bunga buah menyebabkan ABG B ini memiliki keunggulan antara lain :
1. Merangsang pertumbuhan akar, pembungaan, dan pembuahan
2. Meningkatkan kualitas bunga baik dari segi ukuran dan warna, kualitas buah dan umbi
bahkan sampai kepada citra rasa.
3. Mengurangi kerontokan bunga, buah, dan gabah tanaman padi.
4. Meningkatkan pengisian gabah pada padi, polong pada kacang-kacangan, umbi pada
kentang dan bawang, dan buah pada tanaman buah-buahan.
5. Meningkatkan kesehatan tanaman dan resistensi terhadap serangan penyakit.
Penggunaan ABG Bunga Buah
Penggunaan ABG Bunga Buah dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan mencampurkan cairan ABG Bunga buah dengan air sesuai dosis kebutuhan (1-4 cc/L air) kemudian memberikan campuran tersebut baik dengan cara disemprot atau disiram (cor) kedaerah perakaran tanaman. Interval pemberian dapat dilakukan dengan jarak 7-10 hari sekali sesuai kebutuhan tanaman. Demikian dosis dan interval penggunaan ABG B pada berbagai tanaman :
APLIKASI ABG PADA TANAMAN HORTIKULTURA








Demikianlah penjelasan mengenai ABG Bunga buah yang bisa meningkatkan produksi tanaman Anda pastikan anda menggunakan pupuk ABG karena ABG pasti subur!













