| 2 komentar ]

Yopy halomoan SP.MSi



Melanjutkan dari penjelasan ABG daun pada edisi sebelumnya kita akan mengetahui bahwa tanaman merupakan mahluk yang sangat kompleks dan memiliki potensi yang luarbiasa apabila kita memeliharannya secara baik. Mulai dari pembentukan sel, pertumbuhan memanjang dan membesar, semakin matang bahkan sampai kepada diferensiasi sel atau perubahan bentuk sel. Karena pertumbuhan inilah tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda-beda setiap fase pertumbuhannya.
ABG Bunga dan Buah adalah pupuk cair organic yang di formulasi khusus untuk fase generatif pertumbuhan tanaman dengan tujuan memaksimalkan pertumbuhan bunga, proses perubahan bunga menjadi buah dan pembesaran buah. Fase geneartif biasa di sebut juga dengan fase reproduktif dimana tanaman mulai mengembangkan fungsi reproduksinya dengan ciri khas proses dari fase reproduktif antara lain proses pembelahan selnya relative sedikit, jaringan tanaman semakin dewasa, penebalan serabut, pembentukan hormon dan perkembangan kuncup bunga, lalu perkemangan kuncup bunga, buah, biji serta alat penyimpanannya, dan pembentukan koloid hidrofilik atau jaringan yang menyimpan atau menyerap air.


Fase ini membutuhkan banyak suplai karbohidrat karena karbohidrat yang biasanya di suplai untuk perkembangan akar, batang, dan daun selebihnya akan di suplai untuk keperluan perkembangan bunga, buah, biji, dan tempat penyimpanan di buah. Untuk memenuhi kebutuhan inilah ABG Bunga Buah diformulasi karena selain memiliki kandungan K dan P yang lebih besar dibandingkan ABG daun juga mengandung hormon pertumbuhan bunga dan buah. Pupuk ABG Bunga Buah memiliki kandungan : 6% C organic, 8% P2O5, 14% K2O, 1% CaO, 0,8 % MgO, 1% S dan hara mikro (B, Fe, Zn, MN, Mo, CU) serta asam-asam amino, asam humat dan senyawa bioaktif (GA3 800 ppm).
Kandungan yang ada pada ABG bunga buah menyebabkan ABG B ini memiliki keunggulan antara lain :
1. Merangsang pertumbuhan akar, pembungaan, dan pembuahan
2. Meningkatkan kualitas bunga baik dari segi ukuran dan warna, kualitas buah dan umbi
bahkan sampai kepada citra rasa.
3. Mengurangi kerontokan bunga, buah, dan gabah tanaman padi.
4. Meningkatkan pengisian gabah pada padi, polong pada kacang-kacangan, umbi pada
kentang dan bawang, dan buah pada tanaman buah-buahan.
5. Meningkatkan kesehatan tanaman dan resistensi terhadap serangan penyakit.

Penggunaan ABG Bunga Buah
Penggunaan ABG Bunga Buah dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan mencampurkan cairan ABG Bunga buah dengan air sesuai dosis kebutuhan (1-4 cc/L air) kemudian memberikan campuran tersebut baik dengan cara disemprot atau disiram (cor) kedaerah perakaran tanaman. Interval pemberian dapat dilakukan dengan jarak 7-10 hari sekali sesuai kebutuhan tanaman. Demikian dosis dan interval penggunaan ABG B pada berbagai tanaman :
APLIKASI ABG PADA TANAMAN HORTIKULTURA
































































Demikianlah penjelasan mengenai ABG Bunga buah yang bisa meningkatkan produksi tanaman Anda pastikan anda menggunakan pupuk ABG karena ABG pasti subur!

Baca Selengkapnya...
| 2 komentar ]


ABG - Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Djoko Susilo Utomo menggelar karya bakti TNI di Desa Pekaloa, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, salah satunya adalah dengan mengadakan program Pompa Air Tanpa Motor (PATM) dan pembukaan lahan tidur di Desa Pekaloa, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur pada Rabu (23 April 2009).

"Target kami akan membuka lahan dan memanfaatkan lahan tidur seluas sekitar 300 hektar secara bertahap. Ini intensifikasi pertanian berbasis organik. Sudah dicoba di Gowa, hasilnya rata-rata 12,8 ton padi perhektar. Di sini insya Allah bisa juga seperti, tapi bila hasilnya sekitar 7-8 ton perhektar sudah luar biasa. Sementara menurut hasil pantauan, rata-rata petani di sini hanya menghasilkan 3-4 ton perhektar. Saya punya anggota yang ahli pertanian dan yakin bisa minimal 7-8 ton perhektar di sini," tegas Djoko Susilo Utomo.




Untuk program Pompa Air Tanpa Motor, Kodam VII Wirabuana bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan PT International Nickel Indonesia Tbk. (PT Inco). Acara program karya bakti TNI ini dimulai dengan tinjauan Pangdam VII ke lokasi proyek PATM di Desa Pekaloa. Dalam peninjauan ini, Pangdam VII disertai jajaran Kodam VII Wirabuana, Sekda Pemkab Lutim, Drs. HAT Umar Pangerang, jajaran Muspida Lutim, dan Senior Vice President and General Counsel PT Inco, Nurman Djumiril.

Usai dari tinjau proyek PATM, Djoko Susilo Utomo menggelar dialog interaktif dengan masyarakat setempat disaksikan jajaran Muspida Lutim, perwakilan manajemen PT Inco, dan para tokoh masyarakat setempat. Ponirin, salah satu warga dari unit transmigrasi menginginkan juga dibangun Pompa Air Tanpa Motor di daerahnya dan ada penyuluh untuk babi karena banyak babi liar yang merusak tanaman petani. Menanggapi permintaan itu, Djoko Susilo Utomo akan berupaya pada tahap berikutnya agar warga transmigrasi di Lutim juga dapat proyek PATM itu.

"Nanti kita akan upayakan asalkan di daerah itu ada sungainya. Karena pompa ini tidak perlu bahan bakar tapi bisa mengairi lahan-lahan tidur yang ada di sekitarnya bisa mencapai puluhan hektar bahkan ratusan hektar, tergantung kondisi sungainya. Soal penyuluh babi, Kodam VII belum punya ahlinya, yang ada baru penyuluh tikus yang bisa menghalangi tikus untuk makan padi. Nanti dicari dulu soal penyuluh babi ini," ujar Djoko Susilo Utomo.
Menurut Nurman Djumiril, keterlibatan PT Inco dalam program ini sebagai bagian dari CSR dari perusahaan."Program ini sekaligus sebagai komitmen perusahaan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal dengan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan," ujar Nurman DjumirilSetelah dialog interaktif, Djoko Susilo Utomo dan rombongan meninjau lahan tidur yang akan diairi oleh program PATM di Desa Pekaloa. Dalam tinjauan ini, Djoko Susilo Utomo mendapat penjelasan langsung dari penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang juga anggota Kodam tentang teknik bercocok tanam dan bibit unggul yang akan ditanam sehingga dalam satu hektar hasil panennya minimal mencapai 8 ton.

"Ini saya juga bawa ahli tikus dari anggota saya. Jadi bagaimana tikus tidak makan tanaman padi bisa juga ditanyakan ke anggota saya ini. Selain itu, saya juga bawa anggota saya yang ahli tanaman cabe. Mereka itu nanti akan saya perintahkan tinggal di sini dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat di sini bagaimana bertani yang produktif dan menanam cabe yang produktif. Saya sudah buktikan menanam padi di Gowa dengan hasil 12,8 ton per hektar dan menanam satu juta pohon cabe di Sulsel ini dan berhasil," ujar Djoko Susilo Utomo.

Menurut Djoko Susilo Utomo, tujuan utama dari program ini adalah untuk melestarikan dan menjaga lingkungan. " Di sini kabarnya dari 218 ribu hektar hutan, yang rusak sudah 84 ribu hektar. Nah kami ini kerja sama dengan Pemkab Lutim untuk membuka lahan tidur. Jadi kalau kita larang masyarakat merambah hutan, kita juga berikan solusinya yaitu kita siapkan lahan untuk bercocok tanam. Kita ajak masyarakat untuk tidak lagi babat hutan, tapi kita kasih lahan untuk bertani. Saya dapat perintah dari Presiden untuk program ketahanan pangan. Ini salah satu solusinya," pungkas Djoko Susilo Utomo. (*)

Keterangan foto: Pangdam VII Wirabuana, Mayjen.TNI Djoko Susilo Utomo sedang meninjau lahan tidur yang akan ditanami anggota Kodam VII Wirabuana bersama masyarakat di Desa Pekaloa, Kabupaten Luwu Timur.
[www.kabarindonesia.com / ABG ]

Baca Selengkapnya...
| 1 komentar ]



EKSTRAK ORGANIK DAN NUTRISI

ABG®
(AMAZING BIO-GROWER)
ABG merupakan konsentrat organik dan nutrisi tanaman hasil ekstraksi secara mikrobiologis melalui proses fermentasi berbagai bahan organik berkualitas tinggi (ikan, ternak dan tanaman), mengandung senyawa bioaktif (plant growth promoting agent, asam-asam amino, enzim), mikroba menguntungkan (pengurai, penambat N, pelarut fosfat dan penghasil fitohormon) dan diperkaya dengan hara esensil
ABG- BUNGA DAN BUAH (B)


• Merangsang pertumbuhan akar, pembungaan dan pembuahan
• Meningkatkan kualitas bunga (ukuran, warna), buah, umbi dan citarasa
• Mengurangi kerontokan bunga, buah dan gabah padi
• Meningkatkan pengisian gabah (padi), polong, buah dan umbi (bawang dan kentang)
• Meningkatkan, efisiensi pemupukan, kesehatan tanaman dan resistensi terhadap
serangan hama dan penyakit
• Digunakan menjelang tanaman berbunga (2 – 3 kali aplikasi) dengan interval 10
hari untuk tanaman semusim, sedangkan untuk tanaman tahunan interval 20 – 30 hari

KANDUNGAN DAN KOMPISISI

2 % C-org, 8% N, 8% P2O5, 14 % K2O, 1% CaO, 0,8% MgO, 1% S dan mikro element (B, Fe, Zn, Mn, Mo, Cu), asam-asam amino dan senyawa bioaktif (GA3 800 ppm).

DOSIS DAN TEKNIK APLIKASI

• Tanaman Pangan & Sayuran: Larutkan 1 - 2 cc/L air , siramkan pada perakaran atau
semprotkan pada tanaman (1 – 3 kali) dengan interval aplikasi 7 – 10 hari.
• Tanaman Hias : Larutkan 1 – 2 cc/L air, disiramkan dan disemprotkan pada tanaman
dengan Interval aplikasi 10 – 14 hari
• Tanaman Tahunan. Larutkan 2 – 4 cc /L air, siramkan 0,5 – 5 L larutan/pohon pada
perakaran tanaman (jika memungkinan juga disemprotkan pada daun). Interval
aplikasi 20 – 30 hari.



ISI Netto = 250 cc (1 tutup = 10 cc)

Baca Selengkapnya...
| 0 komentar ]


ABG merupakan konsentrat organik dan nutrisi tanaman hasil ekstraksi secara mikrobiologis melalui proses fermentasi berbagai bahan organik berkualitas tinggi (ikan, ternak dan tanaman), mengandung senyawa bioaktif (plant growth promoting agent, asam-asam amino, enzim), mikroba menguntungkan (pengurai, penambat N, pelarut fosfat dan penghasil fitohormon) dan diperkaya dengan hara esensil

ABG - DAUN (D)
• Meningkatkan pertumbuhan akar, tunas, pucuk, daun tanaman pangan, sayuran, tanaman perkebunan, buah-buahan, bibit tanaman, dan tanaman hias
• Meningkatkan efisiensi pemupukan, kesehatan tanaman, ketahanan terhadap penyakit dan hasil tanaman
• Perendaman benih (dipping) untuk meningkatkan kesehatan tanaman dan mempercepat pertumbuhan.
• Digunakan hingga tanaman menjelang berbunga (1 - 3 kali), dengan interval 10 hari untuk tanaman semusim, sedangkan untuk tanaman tahunan interval 1 – 2 bulan
KANDUNGAN DAN KOMPISISI
2 % C-org, 14% N, 6% P2O5, 8% K2O, 0,8% CaO, 0,5% MgO, 1% S dan mikro (B, Fe, Zn, Mn, Mo, Cu), asam-asam amino dan senyawa bioaktif (GA3 400 ppm).
DOSIS DAN TEKNIK APLIKASI
• Tanaman Pangan & Sayuran: Larutkan 1 - 2 cc/L air , siramkan pada perakaran atau semprotkan pada tanaman (1 – 3 kali) dengan interval 7 – 10 hari.
• Tanaman Pembibitan/Tanaman pot : Larutkan 1 – 2 cc /L air, siramkan & semprotkan 50 – 300 mL/ tanaman, interval aplikasi 10 - 14 hari
• Tanaman Hias: Larutkan 1 – 2 cc/L air, disiramkan dan disemprotkan pada tanaman. Interval aplikasi 10 – 14 hari
• Tanaman Tahunan. Larutkan 2 – 4 cc /Lair, siramkan 0,5 – 5 L larutan/pohon pada perakaran tanaman. Interval aplikasi 30 – 60 hari. Untuk rehabilitasi tanaman tidak produktif berikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 10 -14 hari
• Ternak/Ikan: Campurkan 10 – 20 cc untuk 4 – 5 kg pakan ikan. Untuk ternak diberi melalui air minum dengan konsentrasi 1 cc /L air atau disiramkan pada pakan.

ISI Netto = 250 cc (1 tutup = 10 cc)

Baca Selengkapnya...